oleh

Tak Dapat Paket Bansos PSBB, Warga Makassar Protes Di Kantor Lurah Panaikang

MAKASSAR, TapakNews.com — Puluhan Warga Panaikang mendatangi Kantor Lurah Panaikang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, terkait pelaksanaan penerapan PSBB yang sudah diberlakukan sejak 24 April 2020

Diketahui pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar sudah berjalan selama 3 hari hingga hari ini, Minggu (26/4/20). Tapi masih banyak warga Makassar di tiap Kecamatan/Kelurahan yang mengeluh dan protes akan lambatnya pendistribusian paket Bansos/logistik terkait PSBB oleh Pemerintah.

Warga panaikang memprotes atas pendistribusian paket Bansos (Bantuan Sosial) dari pemerintah yang sampai saat ini belum mereka terima.

Terlihat puluhan warga didepan Kantor Lurah Panaikang yang di dominan oleh ibu-ibu/kaum hawa berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya dengan membawa Kartu Keluarga (KK).

Salah satu warga yang mengaku bernama St Halimah dari RW 3 RT 5 Kelurahan Panaikang, bersuara lantang memprotes keras atas ketidak adilan pemerintah terkait pembagian paket Bansos yang belum di terimanya.

“Saya St Halimah Kartu Keluarga (KK)  saya RT. 5, ini bantuan pemerintah trilyunan, ini dana rakyat harus di salurkan, ini lockdown bagaimana mau keluar rumah, bagaimana orang mau cari makan, uang tidak ada sembako juga tidak ada. Disuruh tinggal dirumah, lockdown, tinggal dirumah lama-lama mati kelaparan,” paparnya lewat video yang di unggah oleh Akun Asse Inul, Sabtu (25/4/20) dengan menggunakan bahasa daerah Makassar, diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Warga Panaikang juga menyampaikan agar Dinas Sosial (Dinsos) Makassar terjun langsung ke masyarakat untuk memantau ditiap kelurahan terkait penyaluran paket Bansos/Sembako yang ingin di distribusikan ke masyarakat.

“Tolong Dinas Sosial langsung turun kelapangan bagikan yang mana yang berhak yang mana ada data-datanya semua, jangan disimpan di kantor lurah, orang datang disana mengeluh, perhatikan yang selayaknya. Harus ada perwakilan dari Dinsos kawal ini bantuan. Sudah berapa kali kami telpon ke Dinsos lewat online, tapi katanya sudah tutup, silahkan ke RT, RW setempat dan ke kelurahan,” jelasnya

“Kalau tidak ada respon dari Dinas Sosial mengenai aspirasi kami, nanti hari senin kami akan datang ke kantor Bapak Dinas Sosial, ” tambahnya

(Albert)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed