oleh

Warga Desa Kalobba Kecewa Dengan Sikap Kapolsek Tellulimpoe Kab Sinjai, Tak Cerminkan Sikap Penegak Hukum

SINJAI, TapakNews.com– Beberapa warga Desa Kalobba termasuk pelapor (korban) mendatangi Polsek Tellulimpoe, Kec Tellulimpoe Kab Sinjai, untuk mengetahui perkembangan laporan yang telah di adukan ke Polsek Tellulimpoe terkait kasus pencurian ternak/sapi. Senin (4/5/20)

Dengan No. Laporan Polisi, LP/-/IV/2020/Sulsel/Res Sinjai/Sek Tellulimpoe tanggal 17 April 2020, Pelapor (korban) bernama Abd. Kadir Bin Sommeng (40) pekerjaan petani, kehilangan 5 ekor ternak/sapi

Namun kedatangan warga Desa Kalobba yang didampingi 3 mahasiswa, Pengurus Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM), pihak Polsek Tellulimpoe (Kapolsek) tak menghiraukan kedatangan warganya untuk meminta kejelasan terkait laporan korban (pelapor) yang sudah 2 pekan lebih, namun belum juga ada jawaban dari pihak kepolisian Tellulimpoe.

“Perlakuan Kapolsek Tellulimpoe jelas membuat kami sangat kecewa, sebab kami telah jauh-jauh mendatangi kantor polisi ini untuk menanyakan tindak lanjut kasus pencurian sapi yang terjadi di Desa Kalobba, namun ia tidak menemui kami tanpa alasan, dan saya anggap ia tidak mempedulikan kami sebagai masyarakat yang ingin menuntut keadilan, ” ungkap Amiruddin salah satu warga Kalobba

Sementara dari KPPM, Imran Fajar yang hadir mendampingi warga Kalobba mengatakan, Aparat Kepolisian harusnya bersikap Humanis terhadap warganya, sebagai pengayom, pelindung bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari penegak hukum untuk mencari keadilan tanpa memandang status/strata warganya.

“Seharusnya pihak Kepolisian sebagai aparat Negara yang di gaji dari hasil uang rakyat sesuai dengan motto kepolisian, siap melayani masyarakat dan memberi rasa nyaman, tentram serta membantu masyarakat dalam setiap aduan/laporan yang diterimanya tanpa memandang ia dari warga miskin atau kaya, “jelas Imran Fajar, yang ikut mendampingi korban, pada TapakNews.com, Selasa (5/5/20)

Sekitar pukul 12.00 Wita warga Desa Kalobba mendatangi Polsek Tellulimpoe hingga menjelang sore hari namun Kapolsek tidak menemui warganya.

“Selama 3 jam lebih kami menunggu berharap bertemu dengan Pak Kapolsek, AKP Sudirman, tapi alhasil ketika ia  datang, ia tak menemui kami, seakan memang tak ada niat sama sekali untuk menemui kami yang dengan rasa lelah menunggunya, yang jelas sangat terasa di bulan puasa ini,” pungkas syahril

“Sikap kapolsek Tellulimpoe ini membuat kami berpandangan negatif yang tidak mencerminkan seorang pimpinan penegak hukum. Polisi hadir untuk memberikan rasa nyaman dan seharusnya mengawal kasus yang telah kita laporkan namun Kapolsek malah tidak menemui kami, “tambah Syahril dengan kecewa

Kecamanpun di lontarkan oleh Imran Fajar Pengurus (KPPM) akan sikap Polsek Tellulimpoe (Kapolsek)

“Ketika Pak Kapolsek Tellulimpoe AKP Sudirman tak mau menemui dan melanjutkan kasus ini, mending ia turun dari jabatannya bahkan berhenti menjadi Aparatus Negara (Polisi) sebab apa yang telah ia lakukan hari ini seakan menodai diri dan juga seragam polisi yang ia kenakan bahkan lembaga kepolisian pun ikut tercemar menurut pandangan subjektif saya, “ucapnya dengan tegas

Di tambahkan Imran Fajar, “Kasus ini harusnya bisa cepat diselesaikan dikarenakan telah ada bukti berupa video dan foto yang diberikan kepada polsek Tellulimpoe, karena jika hal ini terus dibiarkan bahkan pelakunya tidak ditangkap maka tiada lagi rasa kepercayaan kepada pihak kepolisan serta memberikan rasa cemas ke masyarakat dan keleluasaan kepada penjahat untuk melakukan hal yang serupa,” tutupnya

(Luthfi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed