oleh

Musrembang Desa Tibona Kabupaten Bulukumba, Warga Protes Saluran Irigasi 8 Tahun Belum ada Perbaikan

BULUKUMBA, TapakNews — Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Desa dengan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2021 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU RKPDes) Tahun anggaran 2022 di Desa Tibona kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Kamis (15/10/20)

Musrembang di Desa Tibona di hadiri oleh Kepala Desa (Kades) Tibona Abdullah, SH, anggota DPRD Kabupaten Bulukumba Hj. Aminah, Sos, Ketua Pustu Tanete H. Dahlan, SKM dan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bulukumpa Andi Asdar.

Dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Hj. Aminah mengatakan usulan Rencana Pembangunan Jangka 6 Tahun Desa (RPJMDes) dari Desa Tibona sebaiknya terpisah dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Seharusnya RPJMDes di pisah, mana yang mau dianggarkan di APBD, mana yang mau dianggarkan untuk RPJMDes, supaya kita di DPRD tahu, seharusnya begitu,” ungkapnya.

Hj Aminah juga mengatakan, akan mengadakan perbaikan/rehap Sekolah Dasar (SD) yang ada di Dusun Tibona Desa Tibona Kecamatan Bulukumpa, dengan menggunakan APBD Kabupaten.

“Insyaallah tahun 2021, SD 238 di Dusun Tibona Desa Tibona akan dilakukan perbaikan/rehap sekolah tersebut, dari anggaran APBD Kabupaten, termasuk juga fevin blok dan pagar sekolah,” lanjutnya

Sementara Kepala Dusun (Kadus) Padang Malobo Desa Tibona Sangkala, S. Sos mengatakan saluran irigasi Bola Perriange harus menjadi prioritas dalam Musrembang ini.

“Sudah 8 tahun, dan tiap tahun diadakan Musrembang di Desa Tibona. Yang harus jadi prioritas dalam Musrembang ini, masalah saluran irigasi Bola  Perriange yang saat ini belum terealisasi, di bandingkan Desa yang lain yang baru 1 tahun irigasinya rusak sudah di perbaiki. Apa perlu kami berteriak di depan Kantor DPRD baru di kerja. Jadi tolong Anggota DPRD yang terhormat di prioritaskan. Kita sudah jenuh, irigasi ini sudah 8 tahun belum juga terealisasi,” pungkas Kadus Padang Malobo

Ditambahkan, salah satu warga Dusun Bola Perriange mengatakan, bahwa warga Dusun tersebut sudah mulai putus harapan mengenai saluran irigasi yang tiap tahun di janji, tapi belum bisa di nikmati. Karena menurutnya anggaran dari pemerintah tidak mencukupi untuk perbaikan saluran irigasi tersebut.

“Kalau ada bantuan dari pemerintah anggaran paling Rp 50 Juta, bahkan Rp 75 Juta, jadi saluran irigasi ini tidak bisa di nikmati karna semestinya anggaran yang di butuhkan minimal Rp 1,5 Milyar baru warga bisa menikmati karena ada sekitar 2 Kilo Meter yang mau di perbaiki,” ucapnya

(Kahar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed