oleh

Beredar Rekaman, Kades di Soppeng Sebut Dirinya Sebagai Musuh Wartawan

SOPPENG, TapakNews — Beredar rekaman audio yang diduga merupakan ucapan Ketua APDESI Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menyatakan “wartawan dan LSM adalah musuh saya”.

Dalam rekaman audio serta informasi yang berhasil dihimpun awak media, diketahui jika ucapan oknum yang diduga sebagai Ketua APDESI yang juga Kepala Desa Mattabulu tersebut terjadi di Kantor Dinas Pendidikan Soppeng, pada bulan September 2020, lalu.

Rekaman yang berdurasi sekitar 20 menit itu terdengar jelas jabatan Ketua APDESI disebut saat gelaran acara.

Menanggapi hal itu, Lembaga Kajian dan Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK-HAM INDONESIA) mengecam statement oknum Kades tersebut.

“Sangat idak pantas, seorang pejabat penyelenggara pemerintahan desa yang menyelenggarakan urusan pemerintahan menyebut dirinya sebagai musuhnya wartawan dan LSM, apalagi disampaikan dalam sebuah pertemuan terbuka,” kata Ketua Umum LAK-HAM INDONESIA, Arham MS, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (28/10/2020) dini hari.

“Maksudnya apa ya, oknum tersebut menyatakan bahwa musuh saya wartawan dan LSM?, kok wartawan dimusuhi?,” tanya Aham.

Lanjut Arham, meski oknum pejabat tersebut berkilah mengatakan hal itu hanya candaan, namun hal tersebut terkesan arogan dan memiliki motif yang tidak jelas karena dilontarkan dalam acara resmi.

“Karena ucapan itu disampaikan di forum resmi dihadapan para Kepala Desa/Perangkat Desa dan di lingkup Dinas Pendidikan, maka sangat jelas melecehkan dan menimbulkan rasa permusuhan dikalangan jurnalis dan LSM,” tegas Arham.

Selain itu, kata Arham, pernyataan tersebut telah menanamkan bibit konflik antara jurnalis – LSM dan pejabat di lingkungan pemerintahan desa.

“Menurut saya, jika memang ada oknum wartawan atau LSM yang bekerja tidak sesuai tupoksi organisasinya maka seyognya sebut oknum saja,” kata Arham.

Apalagi, Arham menyebut dengan tegas dan jelas jurnalis/wartawan dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menjadikan musuh terhadap profesi jurnalis, kata dia, sama halnya dengan melakukan permusuhan terhadap Undang-undang yang menjadi payung hukum bagi kalangan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

“Ucapan oknum Kades tersebut sama halnya dengan membuka kran permusuhan dengan menyatakan rasa permusuhan dan menimbulkan rasa kebencian, padahal jelas tidak kami inginkan,” tutur Pimpinan Media Jurnalis Indonesia Group itu.

Sebagai salah satu pimpinan perusahaan Media dan organisasi LSM, dia meminta kepada oknum Ketua APDESI meralat ucapannya dan meminta maaf ke publik.

Sebelumnya, awak media sempat menghubungi oknum Kades tersebut, namun telepon selularnya tidak aktif.

Hingga berita ini di publish, awak media masih berusaha meminta klarifikasi kebenaran ucapan Ketua APDESI Soppeng sebagaimana dalam rekaman audio, namun sampai sekarang belum berhasil. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed