oleh

KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur 

JAKARTA, TapakNews — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur. NA ditetapkan tersangka karena diduga menerima gratifikasi atau janji.

“Dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara, atau para pihak yang yang mewakilinya. Terkait dengan pengadaan barang atau jasa pembangunan infrastruktur di Sulsel,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/02/2021).

NA dan 5 orang tersangka lainnya yang diamankan KPK di Makassar, dihadirkan dalam konferensi pers mengenakan rompi orange, tahanan KPK

KPK menetapkan tersangka berdasarkan penyelidikan dan keterangan para saksi. Nurdin Abdullah (NA) ditetapkan menjadi tersangka bersama (Edy Rahmat) ER, Sekretaris Dinas PUPR Sulsel.

“Sebagai penerima yaitu saudara NA (Nurdin Abdullah) dan saudara ER (Sekdis PUPR Sulsel, sebagai sebagai pemberi adalah saudara AS (Kontraktor),” ucap Firli

NA dan ER disangkakan pasal 12 a dan pasal 12 b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar, UU nomor 31 tahun 1999.

“Adapun para tersangka tersebut disangkakan, saudara NA dan ER, melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” lanjut Firli.

Usai ditetapkan menjadi tersangka, NA ditahan di Rutan KPK.

“Saudara NA ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur,” kata Firli

Sebelumnya, Tim KPK mengamankan 6 orang, NA bersama 4 orang bahawannya dan seorang pengusaha terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Makassar, Sulsel, pada hari Sabtu (27/02/21) dini hari, sekira pukul 01.00 Wita.

(Ar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed