oleh

Peringati Hari Buruh, KPPM Gelar Aksi Demonstrasi Didepan Kampus 1 UINAM dengan 5 Tuntutan

MAKASSAR, TapakNews — Sejumlah warga,  pelajar, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) menggelar aksi demonstrasi, depan Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,  di Jl. Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sabtu (1/05/2021).

Massa demontrasi mulai Aksinya sekitar Pukul 15:00 Wita, dan mulai membentangkan spanduk dan merapatkan barisan di Jalan Sultan Alauddin dengan membawa beberapa ban bekas untuk dibakar, namun sebelum dibakar pihak keamanan melarang adanya pembakaran sehingga terjadi tarik menarik antara massa aksi dengan pihak kepolisian yang terjadi selama beberapa menit sampai aksi kembali di lanjutkan.

Jendral lapangan Aksi Nur Wahid, berteriak lantang membakar semangat massa aksi demo.

“Hdup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup buruh,’ cetusnya

Aksi tersebut dilakukan sebagai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang ditetapkan setiap Tanggal 1 Mei.

Menurut Jendral Lapangan Nur Wahid, Aksi yang tergabung dalam organisasi KPPM melakukn demonstrasi, karena melihat ketidak adilan terhadap buruh/pekerja mulai dari zaman penjajahan yang paling kejam sampai kepada zaman penjajahan yang paling halus (saat ini).

“Dimana, disituasi pandemi Covid-19 banyak buruh yang di PHK, dirumahkan dan diturunkan upahnya sehingga hal ini memicu KPPM untuk melakukan protes dengan melakukan aksi demonstrasi,” ungkapnya

Nur Wahid juga mengungkapkan, bahwa dalam aksi ini ia kecewa kepada aparat kepolisian sebab awal aksi polisi mencoba menghalang-halangi aksi massa padahal menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi dalam UUD 1945.

“Dalam aksi ini kami hanya menyampaikan kepada pemerintah agar buruh Indonesia itu lebih diperhatikan apalagi disituasi cengkraman Covid-19 ini,” pungkasnya

Dalam aksi tersebut, KPPM membawa 5 Tuntutan, yakni :

1. Tolak pemotongan upah buruh, disituasi Covid-19
2. Naikkan upah buruh ditengah cengkraman Covid-19
3. Penuhi hak buruh perempuan
4. Hadirkan regulasi yang menjamin pendidikan bagi anak-anak buruh
5. Hapuskan OMNIBUS LAW UU CIPTA KERJA

Diketahui, Aksi ini memicu kemacetan yang sangat panjang di Jalan Sultan Alauddin Makassar, sebab sebahu jalan ditutup oleh massa aksi

Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Jendral Lapangan Nur Wahid, pada pukul 16:30 Wita dan lalulintas pun mulai berjalan dengan lancar.

Imf

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed