oleh

Anak Usia 9 Tahun Belum Sekolah di Makassar, LSM Soroti Pemkot

MAKASSAR, TapakNews — Seperti berita sebelumnya, Seorang anak 9 Tahun di Makassar tidak lulus jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) Online, disebabkan Kartu Keluarga (KK) yang baru terbit dua bulan.

Hal itu menimpa AM, ia harus kembali menerima pil pahit karena tidak diterima di SDN Tallo Tua 69, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Padahal AM tinggal di Jl. Sultan Abdullah tidak jauh dari lokasi sekolah tersebut.

Menanggapi berita yang beredar di beberapa media online, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Hj. Andi Amalia, SH angkat bicara

Ditemui di ruang kerjanya, Hj. Andi Amalia Malik, SH yang juga sebagai Panitia Penanggung Jawab PPDB Online di Kota Makassar menjawab bahwa ini sangat disayangkan mengingat usia calon pendaftar.

Jika kita mengacu kepada Perwali PPDB online secara tidak langsung calon siswa dengan Kartu Keluarga Baru (KK) tentu secara otomatis tidak terverifikasi melalui jalur zonasi.

“Ini disebabkan data yang bersangkutan belum cukup setahun dan itu disesuaikan sistem PPDB tahun 2021,” kata Amalia, Senin (27/6/21).

Menurutnya, ada solusi mengingat calon pendaftar tidak jauh berada dari sekolah itu. Seperti orang tua siswa di arahkan ke dinas catatan sipil agar memberi keterangan bahwa yang bersangkutan benar pindah sesuai alamat Kartu Keluarga yang baru.

“Ada peluang lain sebenarnya ketika operator sekolah membaca dan memahami juknis PPDB online, bukan malah mematahkan semangat para orang tua siswa,” tambahnya

Terkait, lanjut Amelia, soal jawaban Operator Sekolah (OPS) SDN Tallo Tua 69 Kec. Tallo kepada orang tua siswa untuk dimasukkan ke sekolah swasta, menurut saya jawaban ini tidak tepat. Mengingat calon siswi tersebut sudah memasuki usia 9 tahun, dan ini harus di perjuangkan

“Insya allah, saya tidak janji. Namun anak yang dimaksud yang mendaftar di sekolah tersebut kami pastikan akan mengenyam pendidikan sesuai amanat pemerintah wajib belajar 12 tahun,” tutup Amalia.

Sementara itu, Ketua LSM PERAK Sulsel, Adiarsa MJ, SH meminta Walikota Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar segera mengambil sikap dan tidak tinggal diam melihat anak usia 9 tahun yang belum bersekolah.

“Pemerintah harus turun tangan dan mengambil sikap segera agar tidak ada anak-anak yang tidak bersekolah atau lambat mengenyam pendidikan karena ini tanggung jawab pemerintah, negara harus hadir disini,” ucap Adiarsa.

Menurut Adiarsa, kelewatan kalau anak tersebut tidak diselamatkan oleh pemerintah.

“Jika menganggur lagi tahun depan anak ini sudah berusia 10 tahun, semoga pemerintah dan orang-orang yang ada di Disdik punya hati nurani tidak menutup mata, kita tunggu tindaklanjutnya,” pungkasnya.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed