oleh

Nama Prof Dr. Mattulada Kembali Terkuak di Polrestabes Makassar, Ahli Waris Lapor Polisi Gegara Oknum IK Mengaku Anak Kandung Almarhum

MAKASSAR, TapakNews — Sosok cendikiawan Almarhum Prof Dr Mattulada yang telah dikukuhkan oleh UI sebagai Penghulu adat Sulawesi Selatan karena karyanya LATOA Antropologi Politik Orang Bugis, yang juga pernah menjabat sebagai Guru Besar Unhas Makassar dan Rektor Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, Ia juga pernah dinobatkan sebagai Cendikiawan dan Tokoh Sastra Nasional karena karya-karya besarnya.

Dan berbagai prestasi yang telah diraihnya sebagai salah satu anak bangsa terbaik, dan menorehkan tinta bagi peradaban bangsa dan negara. Prof Dr. Mattulada wafat pada 12 Oktober 2020. Sepeninggal beliau, kini namanya kembali terkuak di Polrestabes Makassar terkait harta warisan yang ditinggalkannya.

Alya Aryani yang merupakan cucu dari Prof Mattulada, didampingi kuasa hukumnya dari kantor hukum Beny Iskandar, SH dan Rekan yang diwakili Muh. Rafli, SH., MH, Jumady Mansyur, SH dan Thansri Gazali Syahfei, SH, melaporkan oknum (IK) ke Polrestabes Makassar atas dugaan memberikan keterangan palsu dengan adanya penetapan ahli waris dari Pengadilan Agama (PA) Makassar. Salinan Akta Pembagian Harta Peninggalan Nomor : 24/PPPHP/2002/PA.MKS, pada hari kamis tanggal 4 Juli 2002.

Menurut kuasa hukum Alya Aryani, dimana dalam keterangan oknum IK sesuai salinan Akta Pembagian diduga memberikan keterangan palsu dan tidak benar, maka patutlah dianggap cacat hukum.

Diketahui Alya Aryani anak dari Almarhum Muh Thamrin Mattulada, dimana Muh Thamrin Mattulada merupakan keponakan sekaligus anak angkat dari pasangan Almarhum Prof Dr Mattulada bersama istrinya Almarhumah St. Azia Ressang.

Dengan adanya oknum IK yang mengaku-ngaku satu-satunya ahli waris dan mengaku anak kandung dari pasangan Mattulada dengan istrinya St. Azia Ressang, Alya Aryani yang merupakan ahli waris cucu dari Almarhum Prof Mattulada, keberatan dan langsung melaporkan oknum tersebut di Polrestabes Makasar, didampingi kuasa hukumnya melakukan pengaduan secara tertulis pada tanggal 30 Agustus 2021, dan telah diambil keterangannya pada tanggal 16 September 2021.

“Saya melaporkan saudara IK di Polrestabes Makassar, karena dia mengaku anak kandung dari pernikahan Prof Mattulada dengan St. Azia Ressang, padahal sepanjang pernikahan Almarhum Prof Mattulada dengan Almarhumah St Azia Ressang tidak pernah di karunia seorang anakpun,” ungkap Alya.

Sementara Kuasa Hukum Alya Aryani, Muh Rafli, SH
, MH bersama team membenarkan adanya pelaporan/ pengaduan yang dilakukan kliennya di Polrestabes Makassar, dan telah diambil keterangannya pada tanggal 16 September 2021.

“Klien kami mengadukan adanya oknum yang melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan pasal 263 KUHPidana, pasal 264 KUHPidana, dan dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik pasal 266 KUHPidana, ada oknum yang diduga menempatkan keterangan palsu dalam putusan penetapan ahli waris Salinan Akta Pembagian Harta Peninggalan Nomor : 24/PPPHP/2002/PA.MKS, pada hari kamis tanggal 4 Juli 2002,” beber Muh Rafli, Sabtu (18/09/21).

Jumady Mansyur, SH yang juga team kuasa hukum Alya Aryani, berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap fakta-fakta hukum terkait perkara tersebut.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian khususnya Polrestabes Makassar yang menangani perkara ini dapat mengungkap fakta-fakta hukum dalam proses penyelidikan perkara ini, sehingga bisa mendapatkan rasa keadilan bagi klien kami,” harap Jumady.

(*/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed