oleh

Inilah Kisah Teteh dan Podam, Janda Tua dan Gangguan Jiwa yang Tinggal di Gubuk Reyok

BULUKUMBA, SULSEL, TapakNews — Kisah memilukan Janda tua, Teteh (60) asal Dusun Bangkeng Buki, Desa Bukit Harapan Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Teteh tinggal bersama saudara laki-lakinya, Podam (55) yang diduga mengalami gangguan jiwa dan saat ini kondisi saudaranya itu sangat kritis. Podam butuh perawatan medis.

Menurut warga, Podam sempat di pasung sebelum Podam mengalami sakit parah, karena khawatir membahayakan warga disekitar.

Teteh bersama adik laki-lakinya menjalani hidupnya bertahun-tahun di sebuah gubuk reyok, terlihat dari gubuk itu sudah tidak layak huni. Papan yang menopangnya untuk tidur sudah pada berlubang. Dinding-dinding rumahnyapun pada berantakan. Di gubuk inilah teteh merawat Podam selama bertahun-tahun Podam menderita sakit.

Janda tua itu bertahan hidup bersama saudaranya dari belas kasihan tetangganya. Dan pada musim panen, Teteh membantu tetangganya memotong padi, dari hasil itulah Teteh diberi upah berupa beras, untuk kemudian ia jual untuk kebutuhan sehari-hari.

“Teteh menjalani hidupnya bersama adiknya yang sakit bertahun tahun. Hanya mengharap bantuan dari tetangga, jikalau musim potong padi hasil dari potong padi itulah yang dia jual buat kehidupan sehari-hari,” ungkap MR, pada TapakNews, lewat WhatsApp, Senin (27/09/21).

MR salah satu warga yang sangat prihatin dan peduli pada kehidupan Teteh, ia acap kali memantau dan memberi bantuan seadanya pada keluarga Teteh.

MR berharap pada instansi terkait khususnya pemerintah setempat untuk mengulurkan bantuannya pada Teteh dan saudaranya. Menurut MR, selama ini Teteh tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.

“Kami minta tolong karena sudah banyak yang janji untuk beri bantuan tapi tidak pernah Teteh terima. Saya sedih melihat kondisi Teteh dan saudaranya Podam, yang tidak pernah terima bantuan. Kami harap dari pemerintah atau dari Dinas Sosial untuk memberi bantuan kepada Teteh,” tutur MR, dengan penuh harap.

(Kahar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed