oleh

Gelar Rapat Senat, P3R UPRI Makassar Serahkan Berkas Seleksi Calon Rektor  

MAKASSAR, TapakNews — Gelar Rapat Senat Panitia Pelaksana Penjaringan Rektor (P3R) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, menyerahan berkas yang telah lolos seleksi calon Rektor UPRI periode 2021-2025 kepada Ketua Senat. Rapat di gelar di Kampus II UPRI, Jl. Nipah-nipah Antang, Kota Makassar. Rabu,  (1/12/21).

Hadir dalam rapat tersebut, Ketua Senat UPRI Makassar Ir. Hj. Hasni Kasim, MT, Sekretaris Senat Ali Imran, ST, SKM., MM, Ketua Panitia Nurdin, S.Sos., M.Si beserta jajarannya dan para seleksi Calon Rektor UPRI.

Rapat senat berjalan dengan lancar dan santai. Penyerahan berkas seleksi calon Rektor UPRI diserahkan oleh Ketua Panitia dan diterima oleh Ketua Senat UPRI.

Adapun calon Rektor UPRI yang lolos seleksi berjumlah 5 orang, dibacakan oleh Sekretaris Senat Ali Imran.

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini memutuskan nama Calon Rektor UPRI Periode 2021-2025 yang akan diserahkan dan diputuskan oleh Yayasan, pertama Syamsuddin, ST., M.Biotech, Muhammad Yusuf, ST., MT,  Dr. H. Abd Azis, SH., MH, Ali Imran, ST, SKM., MM dan M. Darwis, S.Sos., M. Si,” sebutnya.

Dan pada kesempatan itu, Ketua Senat Hj. Hasni Kasim, mengucapkan terima kasih dan mengapreasiasi kinerja Panitia Pelaksana Penjaringan Rektor (P3R) UPRI Makasssr.

“Atas nama senat kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Panitia Pelaksana Penjaringan Rektor UPRI atas kerja kerasnya  dalam pelaksanaan penjaringan Rektor ini, dan kami sangat mengapresiasi. Semoga segala kerja kerasnya mendapat pahala,” katanya.

Sementara, menurut Ketua Panitia Nurdin, S. Sos., M.Si, saat dikonfirmasi mengatakan, setelah panitia menyerahkan hasil penjaringan Rektor ke Senat, maka selanjutnya senat menyerahkan kepada penyelenggara yakni Yayasan untuk dipilih atau di Fit dan Proper Test.

“Jadi setelah di fit dan proper test, itulah dasarnya Yayasan untuk menentukan salah satu dari calon itu untuk menjadi Rektor. Kebijakan keputusan itu adalah kewenangan Yayasan dan itu berdasarkan peraturan yayasan No. 4 Tahun 2020,” ucapnya.

Selain itu, Nurdin juga mengatakan bahwa yang mendaftar untuk penjaringan Rektor UPRI sebanyak 9 Orang, namun yang melengkapi formulirnya hanya 7 Orang dan yang lolos seleksi ada 5 Orang.

“Ada 7 Orang yang kita verifikasi berkasnya, yang bersyarat itu ada 5 Orang, dan kandidat itu yang diajukan ke Yayasan,” tuturnya.

Nurdin menyebutkan, untuk calon Rektor yang mendaftar dalam penjaringan Rektor UPRI, semuanya dari lingkup internal UPRI, dan memang dikhususkan di lingkup UPRI saja.

Lebih lanjut Ketua Panitia penjaringan itu mengatakan, untuk masa jabatan rektor yang di nahkodai saat ini oleh Dr. H. Abd Azis, SH., MH, akan berakhir pada tanggal 4 Desember 2021. Secara otomatis Yayasan hanya punya waktu 2 hari berproses.

“Jadi tanggal 3 Desember tahun ini, itu sudah ada pengumuman dari yayasan yang disampaikan ke publik dan kemungkinan kita akan rilis nantinya. Karena selanjutnya dari tanggal 4 Desember, penyerahan SK Rektor terpilih, itu langsung dilakukan serah terima jabatan kalau misalnya ada perubahan Rektor,” tutupnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Senat UPRI Makassar Ir. Hj. Hasni Kasim,  MT, bahwa kewenangan seleksi Calon Rektor sepenuhnya diserahkan oleh P3R, untuk senat sendiri hanya menerima laporan dan penyerahan berkas untuk dirapatkan, dari hasil penjaringan calon Rektor yang ditetapkan berdasarkan kriteria-kriteria persyaratan, kemudian diserahkan ke penyelenggara sebagai penentu.

“Apakah kita sepakat bahwa semua calon ini, kita usulkan ke penyelenggara yakni yayasan, untuk menentukan, mengangkat, dan menetapkan rektor. Hanya itu kapasitas kami sebagai senat, dalam penjaringan ini,”  pungkasnya.

(Liza/TN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed