BULUKUMBA, TapakNews – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan suci Ramadhan menjadi sorotan sejumlah mahasiswa. Hal tersebut juga disorot oleh Fajrin Sultan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Handayani Makassar.
Sorotan Fajrin ini secara khusus ditujukan kepada seluruh dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ia menegaskan, agar pengelolaan program MBG berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Fajrin menilai bahwa beberapa menu MBG yang disajikan tidak sepadan dengan anggaran per porsi yang telah ditetapkan.
“Banyak menu yang tidak sepadan dengan anggaran per porsi,” tegas Fajrin, Kamis (26/02/26).
Menurutnya, di bulan suci Ramadhan, kualitas dan kuantitas menu seharusnya lebih diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi penerima manfaat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, Fajrin mendesak agar dilakukan audit secara menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran dan realisasi menu MBG, mengingat banyaknya protes serta dugaan ketidaksesuaian antara anggaran dan menu yang disajikan.
“Seharusnya menu MBG di Bulan Suci Ramadhan diaudit secara menyeluruh karena menuai banyak protes dan dugaan ketidaksesuaian antara menu dan anggaran setiap porsinya,” terangnya.
Fajrin juga secara khusus menyoroti peran SPPG dalam pengelolaan program tersebut. Ia meminta agar pihak yang terbukti melakukan mark up anggaran maupun ketidaksesuaian menu segera diaudit dan ditindak tegas.
“Kami meminta SPPG khususnya di Kabupaten Bulukumba yang melakukan mark up anggaran dan ketidaksesuaian menu setiap porsi agar segera diaudit. Jika terbukti melanggar, harus ditutup,” cetusnya.
Sebagai mahasiswa, Fajrin berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret guna memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan.
































