Dugaan Maraknya Tambang, Peredaran BBM dan Rokok Ilegal, Maritim Muda Geruduk Mapolres Bulukumba

BULUKUMBA, TapakNews — Puluhan mahasiswa dari maritim muda cabang Bulukumba menggeruduk Markas Polisi Resort (Mapolres) Bulukumba ditengah prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang di pimpin langsung Kapolres Bulukumba. Senin (13/04/2026).

Kedatangan puluhan mahasiswa maritim muda Bulukumba tersebut, terkait maraknya dugaan aktivitas tambang ilegal, peredaran bahan bakar minyak (BBM) ilegal, serta distribusi rokok ilegal di wilayah Kabupaten Bulukumba menjadi fenomena yang memprihatinkan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Jendral lapangan maritim muda, Ilham Haikal, dalam orasinya menyampaikan bahwa aktivitas tersebut tidak hanya melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tetapi juga berpotensi merugikan negara, merusak lingkungan, serta menciptakan ketimpangan ekonomi yang serius.

Ilham mengungkapkan, berdasarkan berbagai laporan dan temuan di lapangan, praktik tambang ilegal diduga berlangsung secara terbuka dibeberapa titik tanpa pengawasan yang memadai seperti yang diduga berada di Kecamatan Anrang, Swatani, Lonrong, Balong dan beberapa Kecamatan lainnya, yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Selain itu, dugaan peredaran BBM ilegal ditiap SPBU patut juga diusut serta maraknya dugaan peredaran rokok tanpa cukai semakin mudah diakses oleh masyarakat, yang mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan dan penegakan hukum.

Sementara itu, Ojeng yang juga salah satu orator dalam aksi demo tersebut menilai bahwa kondisi ini mencerminkan adanya stagnasi bahkan kelambanan dalam upaya penindakan oleh aparat penegak hukum, khususnya Polres Bulukumba.

“Padahal, sebagai institusi yang memiliki mandat konstitusional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian seharusnya hadir secara responsif, tegas, dan profesional dalam menindak segala bentuk pelanggaran hukum,” cetus Ojeng dalam orasinya.

Menurutnya, secara normatif, praktik tambang ilegal bertentangan dengan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Baca Lainnya :  PH Kades Tombo-tombolo Nilai Polsek Bangkala tak Bernyali Tersangkakan Perusak Fasum

Dan lanjutnya, peredaran BBM ilegal dan rokok tanpa cukai merupakan bentuk kejahatan ekonomi yang berdampak langsung pada penerimaan negara serta mencederai keadilan bagi pelaku usaha yang taat hukum.

Mengakhiri aksinya, Maritim muda Bulukumba memberikan ultimatum Kepada Kapolres, Kasat Reskrim dan Tipidter Polres Bulukumba untuk mengambil langkah kongkret di lapangan selama 2×7 hari, agar bekerja secara maksimal dengan melibatkan semua stakeholder.

“Kami pastikan kalau Kapolres, Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter tidak melakukan tugasnya dengan baik, maka kami akan membawa hal ini ke Mapolda Sulsel agar ditindak secara serius oleh Ditreskrimsus dan Bidpropam Polda Sulsel,” tegasnya.

Adapun tuntutan yang dibawa oleh Maritim muda Bulukumba;

– Mendesak Kapolda dan Bidpropam Polda Sulsel mencopot Kapolres dan Kanit Tipidter yang diduga tidak berdaya terhadap dugaan mafia migas dan tambang di Kabupaten Bulukumba
– Mendesak Kapolres Bulukumba memeriksa seluruh dugaan tambang dan manager SPBU di Bulukumba yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal
– Mendesak Kapolres memeriksa seluruh oknum yang diduga memiliki tambang ilegal dan diduga memiliki jejaring ke oknum anggota tipidter polres.
– Mendesak tipidter memeriksa semua dugaan rokok ilegal di Bulukumba
– Mendesak Kasat Reksrim melakukan perubahan nyata dalam 100 hari kerja serta memotong semua mata rantai praktik-praktik dugaan ilegal di Kabupaten Bulukumba.